Oleh: Redaksi UMIKA Media
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perpindahan angka dalam kalender. Muharram hadir membawa pesan besar tentang perubahan, keberanian meninggalkan keburukan, dan tekad untuk hidup lebih dekat kepada Allah. Inilah makna hijrah yang sesungguhnya: bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah arah hidup.
Hari ini, banyak orang ingin berubah, namun sering berhenti pada semangat sesaat. Padahal hijrah dalam Islam menuntut sesuatu yang lebih dalam: totalitas. Pergi dari segala yang dilarang Allah, lalu menetap dan bertahan dalam ketaatan kepada-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang."
(HR. Bukhari)
Hadis ini memberi pelajaran penting bahwa ukuran hijrah bukan penampilan, bukan status, bukan sekadar simbol, tetapi perubahan nyata dalam amal dan kehidupan.
Hijrah Dimulai dari Meninggalkan
Hijrah totalitas dimulai dari keberanian berkata cukup terhadap dosa yang selama ini dipelihara. Bisa jadi bukan dosa besar, tetapi dosa yang terus diulang dan membuat hati semakin jauh dari Allah.
Meninggalkan kebiasaan buruk, menjaga lisan, memperbaiki shalat, menata pergaulan, menghindari kezaliman, dan menjauhi hal yang haram—semua itu adalah langkah hijrah.
Allah berfirman:
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
"Dan tinggalkanlah segala perbuatan dosa."
(QS. Al-Muddatsir: 5)
Hijrah bukan kehilangan kebebasan, tetapi menemukan arah.
Menetap dalam Ketaatan: Tantangan yang Sesungguhnya
Banyak orang mampu berubah beberapa hari, tetapi sedikit yang mampu istiqamah. Karena itu, tema “menetap dalam ketaatan kepada-Nya” menjadi inti hijrah.
Ketaatan bukan proyek musiman. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka jangan ukur hijrah dari seberapa cepat berubah, tetapi seberapa lama mampu bertahan.
Muharram: Momentum Memulai Ulang
Tahun baru Islam adalah kesempatan untuk mengevaluasi diri.
Apa larangan Allah yang masih sulit ditinggalkan?
Ketaatan apa yang belum konsisten dijaga?
Apa yang harus diperbaiki mulai hari ini?
Hijrah totalitas tidak menuntut menjadi sempurna dalam semalam. Namun ia menuntut kesungguhan untuk terus berjalan menuju Allah.
Doa-Doa Menyambut Hijrah dan Tahun Baru Islam
1. Doa Memohon Awal Tahun yang Penuh Kebaikan
اللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْنَا هَذَا الْعَامَ بِالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
Artinya:
“Ya Allah, masukkanlah tahun ini kepada kami dengan keimanan, keselamatan, Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.”
2. Doa Hijrah Totalitas
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى تَرْكِ مَا تُبْغِضُ وَثَبِّتْنِي عَلَى مَا تُحِبُّ
Artinya:
“Ya Allah, bantulah aku meninggalkan apa yang Engkau benci dan teguhkan aku dalam apa yang Engkau cintai.”
3. Doa Memohon Istiqamah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya:
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)
4. Doa Memohon Ampunan dan Perbaikan Diri
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf: 23)
Penutup
Hijrah totalitas bukan tentang menjadi manusia yang langsung sempurna. Hijrah adalah keberanian untuk terus kembali, terus memperbaiki, dan terus menetap di jalan ketaatan.
Muharram ini, mari melangkah: pergi dari segala larangan-Nya, dan menetap dalam ketaatan kepada-Nya.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang lebih taat, lebih istiqamah, dan lebih dekat kepada-Nya. Aamiin.
Dukung: Buktikan Hijrahmu, Bukan Hanya Merayakannya
Ekspresikan kepedulian Anda secara visual. Pasang bingkai foto digital resmi Anda untuk mensukseskan gerakan kebaikan ini.