Hari Raya

Hijrah Totalitas: Pergi dari Segala Larangan-Nya, Menetap dalam Ketaatan kepada-Nya

12 Jun 2026
Estimasi 4 Menit Baca
Hijrah Totalitas: Pergi dari Segala Larangan-Nya, Menetap dalam Ketaatan kepada-Nya

Karawang – Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka dari 1447 menjadi 1448 Hijriah. Bagi umat Islam, datangnya bulan Muharram merupakan momentum refleksi untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam secara lebih baik.

Tema "Hijrah Totalitas: Pergi dari Segala Larangan-Nya, Menetap dalam Ketaatan kepada-Nya" menjadi pengingat bahwa makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perpindahan hati, pikiran, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah SWT.

Dalam sejarah Islam, hijrah merupakan titik awal kebangkitan peradaban Islam. Peristiwa tersebut tidak hanya mengubah arah perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjadi simbol pengorbanan, keimanan, dan ketaatan yang luar biasa kepada Allah SWT.

Makna Hijrah yang Sesungguhnya

Hijrah sering kali dipahami sebatas perubahan penampilan atau identitas. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa hakikat hijrah adalah meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah SWT menuju ketaatan kepada-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa hijrah adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat. Setiap muslim dituntut untuk terus meninggalkan kemaksiatan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadahnya.

Hijrah bukan hanya tentang meninggalkan dosa-dosa besar, tetapi juga meninggalkan kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele, seperti menunda shalat, berkata kasar, menyebarkan fitnah, mengabaikan amanah, hingga lalai dalam mengingat Allah SWT.

Muharram, Bulan yang Dimuliakan

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."

(QS. At-Taubah: 36)

Keutamaan Muharram menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik.

Bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Sudah sejauh mana perjalanan spiritual selama setahun terakhir? Amal apa yang perlu ditingkatkan? Dosa apa yang harus segera ditinggalkan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijadikan bahan renungan di awal tahun Hijriah.

Pergi dari Larangan-Nya

Hijrah totalitas dimulai dengan keberanian meninggalkan segala bentuk larangan Allah SWT. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan, berbagai bentuk kemaksiatan hadir dalam beragam rupa dan sering kali tampak biasa.

Budaya konsumtif, pergaulan bebas, penyebaran informasi tanpa verifikasi, praktik riba, hingga konten-konten yang merusak moral menjadi ujian yang harus dihadapi umat Islam setiap hari.

Meninggalkan larangan Allah bukan berarti menjauh dari kehidupan dunia, tetapi menjadikan syariat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan tersebut.

Seorang muslim yang berhijrah dituntut untuk memiliki keberanian berkata tidak terhadap hal-hal yang dapat merusak iman, meskipun hal tersebut sedang menjadi tren atau dianggap lumrah oleh lingkungan sekitarnya.

Menetap dalam Ketaatan kepada-Nya

Jika meninggalkan maksiat adalah langkah awal hijrah, maka istiqamah dalam ketaatan adalah tujuan utamanya.

Banyak orang mampu memulai perubahan, namun tidak sedikit yang kesulitan mempertahankannya. Karena itu, hijrah membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan lingkungan yang mendukung.

Ketaatan kepada Allah dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti menjaga shalat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, menunaikan amanah, serta aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah.

Ketua Pembina Yayasan UMIKA Fatimah Azzahra, Kang Adi Suryadi, menegaskan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum memperbaharui komitmen keimanan.

"Sering kali kita merayakan pergantian tahun dengan berbagai resolusi duniawi, tetapi lupa membuat resolusi akhirat. Muharram mengajarkan kita untuk berhijrah secara total, meninggalkan apa yang dibenci Allah dan menetap dalam segala bentuk ketaatan kepada-Nya," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan hijrah tidak diukur dari seberapa cepat seseorang berubah, melainkan dari kesungguhannya menjaga istiqamah dalam kebaikan.

Menjadikan 1448 Hijriah Lebih Bermakna

Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam diajak untuk tidak sekadar mengucapkan selamat tahun baru, tetapi juga menjadikannya sebagai titik awal perubahan yang nyata.

Momentum Muharram hendaknya menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat.

Hijrah totalitas bukan perjalanan sehari atau sebulan. Ia adalah perjalanan seumur hidup yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan pertolongan Allah SWT.

Ketika seorang hamba mampu meninggalkan larangan-Nya dan menetap dalam ketaatan kepada-Nya, maka sejatinya ia sedang menapaki jalan hijrah yang sesungguhnya.

Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi awal yang penuh keberkahan, menghadirkan semangat baru untuk terus memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mari berhijrah dengan totalitas: pergi dari segala larangan-Nya, dan menetap dalam ketaatan kepada-Nya.

Aksi Nyata Bersama UMIKA

Dukung: Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

Ekspresikan kepedulian Anda secara visual. Pasang bingkai foto digital resmi Anda untuk mensukseskan gerakan kebaikan ini.

TAGS: #umikamedia #twibbon #Tahun Baru Islam 1448 Hijriah #Muharram 1448 H #Hijrah Totalitas #Makna Hijrah #Tahun Baru Hijriah #Refleksi Muharram #Dakwah Islam #UMIKA #Kang Adi Suryadi #Muhasabah Diri #Ketaatan kepada Allah #Keutamaan Muharram #Artikel Islami #Ins
BAGIKAN:
Pasang Twibbon Sekarang